|
Kalau Tak Ada Benang, Rotan Pun Kami Tenun... |
Bunyi gesekan alat tenun di Desa Bira dan Darubiah, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, nyaris tak terdengar lagi. Alat tenun bukan mesin maupun gedokan hanya teronggok di kolong-kolong rumah panggung penduduk. Alat-alat itu kini berdebu, kusam, menganggur, dan tak produktif.
Dua desa itu sebetulnya adalah salah satu sentra tenun sutra di Sulawesi, selain yang paling besar di Sengkang, Kabupaten Wajo.
Pada masa silam, desa-desa itu selalu ramai dengan kegiatan pertenunan. Hampir tak ada alat tenun yang menganggur. Tetapi, sejak beberapa tahun terakhir ini industri rakyat itu seperti hidup segan, mati tak mau. Penduduk, terutama kaum perempuan, yang menekuni pekerjaan itu seperti kehabisan akal untuk menggerakkan kembali alat tenun tersebut.
|
|
Baca selebihnya...
|
|
|
Pengrajin Perak dari Barrang Lompo |
Makassar, Peminat hasil kerajinan masyarakat Barrang Lompo ini bukan hanya dari Kota Makassar tetapi hingga ke luar negeri.
Pulau Barrang Lompo terletak sekitar 12 kilometer sebelah barat Kota Makassar dan berada di kawasan Kepulauan Spermonde. Pulau ini memiliki luas sekitar 89 hektar, dengan jumlah penduduk kurang lebih 5.000 jiwa dan berasal dari berbagai etnik. Untuk sampai di pulau ini dari Kota Makassar, ditempuh perjalanan sekitar satu jam dengan menggunakan speed boat. Sekitar 90%, mata pencaharian penduduk pulau ini sebagai nelayan, si-sanya bekerja disektor lain.
Mendengar kata nelayan, mungkin Anda membayangkan sebuah pulau kecil dengan aksesoris berupa rumah-rumah panggung kayu, pohon-pohon kelapa, pe-rahu nelayan yang tertambat di pinggir pantai, anak-anak nelayan yang melangkah tanpa sandal pengalas kaki, aroma laut ber-campur ganggang hijau dan amisnya ikan, serta teriakan para nelayan saat me-ngangkat sauh.
|
|
Baca selebihnya...
|
|
|
2009, Hasil Kerajinan Sulsel Diekspor |
Makassar, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulsel menargetkan seluruh hasil kerajinan masyarakat dari 23 kabupaten/kota se-Sulsel pada 2009 mendatang diekspor ke beberapa negara, khususnya ke Asia.Hasil ekspor ini diharapkan akan meningkatkan tingkat perekonomian masyarakat mikro di Sulsel. Karena mayoritas warga Sulsel yang memiliki keahlian sebagai pengrajin tangan berada pada posisi ekonomi lemah.
"Kehadiran Dekranasda Sulsel akan memfasilitasi seluruh hasil kerajinan daerah untuk dijual ke beberapa provinsi. Dan ke tahun depan kita konsentrasi pada ekspor ke luar negeri," jelas Sekretaris Dekranasda Sulsel Iqbal Hasan, malam tadi.
Sebagai langkah awal membangkitkan kerajinan di Sulsel, Dekranasda menggelar even pameran. Even ini akan menjadi salah satu pendongkrak penjualan hasil kerajinan di Sulsel.
|
|
Baca selebihnya...
|
|
|